Yuk Coba Resep Makanan Khas Palestina yang Lezat ini!

Bagi anda pecinta kuliner makanan Palestina dan tidak berkesempatan untuk berkunjung, anda bisa mencoba resep makanan khas Palestina berikut ini. Rasanya mungkin tidak seperti makanan aslinya tapi dijamin bisa mengobati rindu anda pada makanan Palestina. Yuk simak resep berikut.

Resep Makanan Baklava

Resep Makanan Baklava
Resep Makanan Baklava

Baklava merupakan makanan manis khas Palestina yang begitu menggiurkan. Lapisan-lapisan pada baklava terlihat manis dan kaya akan rasa. Anda pasti tergiur untuk mencicipinya saat makanan manis ini tersaji di hadapan anda.

Bahan makanan baklava :

  • 150 gr pistachios
  • 150 gr kacang kenari
  • 100 gr pine nuts
  • 400 gr filo pastry
  • 220 gr butter
  • 50 gr gula
  • 1 sendok teh kayu manis

Bahan sirup baklava :

  • 200 ml air
  • 200 gr gula
  • 100 ml madu
  • 2 sendok makan jus lemon (air perasan lemon)
  • 2 sendok makan jus jeruk (air perasan jeruk)
  • 1 kayu manis batang
  • Kulit jeruk

Cara membuat baklava:

  1. Resep makanan khas Palestina baklava ini dimulai dengan melumuri loyang kue dengan mentega, lalu panaskan oven hingga suhu 180 derajat celcius.
  2. Hancurkan kacang menjadi kecil-kecil tapi tidak sampai menjadi bubuk. Lalu campur dengan kayu manis dan gula
  3. Lelehkan mentega di wadah terpisah dengan api kecil.
  4. Potong filo pastry sesuai dengan ukuran nampan atau loyang lalu letakkan selembar filo pastry di nampan. Olesi filo pastry dengan mentega. Ulangi hingga lapisan ke-
  5. Tambahkan campuran kacang di atasnya lalu tutup dengan lapisan filo pastry setelah itu olesi mentega. Lakukan hingga semua kacang habis.
  6. Setelah tertutup dengan filo pastry 2 lapisan terakhir, potonglah menjadi beberapa bagian.
  7. Masukkan ke oven lalu tunggu selama 30 menit hingga bagian atas baklava mulai berubah menjadi keemasan.
  8. Sambil menunggu baklava matang, buatlah sirup dengan cara mencampurkan air, gula, jus lemon, jus jeruk, kulit jeruk, madu, dan batang kayu manis dalam panci. Didihkan campuran tersebut hingga sedikit mengental. Jangan lupa untuk mengaduknya.
  9. Setelah mengental, ambil kayu manis dan kulit jeriknya
  10. Anda bisa menuangkan sirup tersebut di atas baklava yang sudah matang. Tunggu hingga dingin, kurang lebih 30 menit baru kemudian sajikan dengan hiasan potongan kulit jeruk dan yoghurt.

Itu tadi resep makanan khas Palestina Baklava. Jika ada bahan yang sulit didapatkan, anda bisa mengganti atau memvariasi dengan bahan pilihan anda. Selain baklava, ada juga resep lainnya yaitu Falafel.

Resep Makanan Falafel

Resep Makanan Falafel
Resep Makanan Falafel

Falafel merupakan camilan jalanan Palestina yang terbuat dari kacang arab yang digiling dan diolah menjadi bola dan digoreng. Cara membuat  Falafel cukup mudah jika dibandingkan dengan membuat baklava. Seperti baklava juga, anda bisa mengganti bahan-bahan yang sulit didapat dengan bahan lokal. Langsung saja, berikut resep makanan khas Palestina yang dikenal sebagai Falafel.

Bahan makanan falafel :

  • 500 gr chickpeas yang sudah siap diolah
  • 3 siung bawang putih besar
  • Parsley
  • Sepucuk tangan ketumbar
  • 1 buah Lemon sedang
  • 2 tsp baking powder
  • 1 tsp ground cumin
  • 2 sdm minyak zaitun

Cara membuat falafel :

  1. Hancurkan kacang dengan bawang putih, parsley, ketumbar, baking powder, perasan lemon, garam.
  2. Aduk merata dengan tangan ataupun mixer. Pastikan semua bahan tercampur.
  3. Bentuk menjadi bulatan
  4. Letakkan di loyang yang diolesi minyak zaitun lalu oven. Selain dengan cara dipanggang, bisa juga dengan digoreng.
  5. Setelah matang sajikan falafel dengan saus yoghurt atau salad. Bisa juga dijadikan isi sandwich.

Demikian tadi penjelasan tentang dua resep makanan khas Palestina baklava dan falafel. Semoga bermanfaat bagi Anda yang ingin mencoba makanan khas Palestina. Di Palestina tidak hanya terkenal makanan baklava dan falafel saja loh. Disana juga terdapat tempat-tempat kuno yang pastinya menarik untuk didatangi. Salah satu tempat yang paling terkenal adalah Dome of The Rock yang dikenal sebagai tempat suci umat muslim.

Kuliner Makanan Palestina Enak yang Harus Dicoba

Negara-negara Timur Tengah memang memiliki daya tarik kuliner yang sangat unik dan berbeda. Salah satu yang harus Anda coba adalah aneka kuliner makanan Palestina. Meskipun saat ini dikenal sebagai negara konflik karena masalah kedaulatan dengan Israel, pada dasarnya Palestina adalah lokasi tepat untuk berwisata. Ada banyak sekali kuliner-kuliner menggoda lidah untuk dicicipi di negara muslim itu.

Kuliner Makanan Palestina yang Menggoda Lidah

Seperti khasnya negara Timur Tengah, kuliner makanan Palestina memang masih memiliki sentuhan budaya Arab yang khas. Tak heran kalau ada banyak citarasa menakjubkan yang akan bikin siapapun ingin kembali Palestina. Dari banyaknya kuliner yang ada, berikut ini empat di antaranya yang wajib Anda coba:

  1. Baklava

Baklava
Baklava

Pada dasarnya Baklava bukanlah dominasi milik Palestina saja. Karena ada beberapa negara di kawasan Timur Tengah lain yang juga menampilkan Baklava sebagai kuliner khas mereka. Kalau Anda termasuk penggemar citarasa manis, maka Baklava adalah kuliner makanan Palestina yang wajib coba saat berada di Palestina. Daya tarik Baklava ini ada pada metode pemasakan sangat unik yakni di atas pinggan panas.

Setelah benar-benar matang, Baklava akan disiram dengan air sirup atau madu sehingga rasa manisnya begitu kuat. Menyempurnakan tampilannya, Baklava akan diberi tambahan potongan kacang Pistachio yang sudah dicincang. Baklava ini sangat mirip dengan Kunafeh yang juga menggunakan sirup dan kacang pistachio. Makanan ini sangat menarik sekali dan harus dicoba apabila pergi ke Palestina.

  1. Hummus

Hummus
Hummus

Wisata ke Palestina belum lengkap jika tak mencicipi Hummus. Hummus adalah kuliner makanan Palestina legendaris karena diyakini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Hummus memiliki tekstur yang sangat mirip dengan bubur sehingga begitu lembut di mulut. Bahan membuat Hummus adalah kacang Arab, wijen giling, zaitun, garam dan bawang putih. Biasanya Hummus disajikan sebagai saos/cocolan makan roti, bola-bola daging atau ayam.

  1. Maqluba

Maqluba
Maqluba

Kalau bicara mengenai kuliner makanan Palestina yang sudah mendunia, maka jawabannya adalah Maqluba. Seperti halnya nasi uduk Indonesia atau nasi lemak Malaysia, Maqluba ialah masakan nasi berbumbu khas Palestina yang begitu populer. Bahan utama untuk bisa membuat Maqluba super lezat adalah pada bumbu rempah Palestina yang begitu kuat dan sangat khas di antara banyak kuliner Timur Tengah lain.

Untuk bisa memasak Maqluba, Anda tinggal menyiapkan nasi, bumbu rempah, sayuran, daging ayam atau kambing yang dimasak bareng di dalam satu panci. Untuk menyajikan Maqluba pun begitu unik di mana para koki membalikkan langsung pancinya dan dihidangkan begitu saja di atas piring. Biasanya bagian atas Maqluba ditambahi dengan aneka taburan seperti kacang almond, kacang tanah, kismis dan daun seledri.

  1. Sahlab

Sahlab
Sahlab

Kalau tiga ulasan sebelumnya lebih condong ke masakan khas Palestina, maka kali ini Anda harus mengetahui minuman aslinya yakni Sahlab. Pada dasarnya, Sahlab adalah minuman khas Palestina yang sering dikonsumsi waktu bulan Ramadan tiba seperti halnya kolak di Indonesia. Sahlab memiliki citarasa creamy karena terbuat dari susu, tepung sahlab, kayu manis dan kacang-kacangan. Cara terenak menikmati Sahlab adalah hangat atau dingin sambil bermain di agen online online.

Bagaimana? Ternyata tanpa diduga-duga Palestina memiliki empat kuliner khas yang bikin lidah bergoyang. Tak heran kalau saat ini kuliner makanan Palestina ini mulai rajin dikenalkan oleh pemerintah Palestina demi menarik hati wisatawan. Kendati wilayahnya masih banyak yang bermasalah kedaulatan dengan Israel, Palestina tampaknya lebih fokus untuk meningkatkan pendapatan negara dengan menggenjot betul sektor pariwisata.

Semoga saja konflik kemanusiaan yang ada di Palestina segera usai dan semua orang bisa menikmati wisata-wisata indah di Palestina. Wisata yang terkenal disana adalah kota suci tiga agama di Yerusalem. Jadi, kapan mau ke Palestina?

Masjid Al-Aqsha dan Dome of the Rock Berbeda

Dalam perkembangannya, banyak yang keliru menyadari kalau Dome of the Rock adalah masjid Al-Aqsha yang begitu termashyur itu. Bahkan saat Anda mencari informasi di Google saat mengetik kata kunci Al-Aqsha, akan diperlihatkan gambar-gambar masjid berbentuk oktagon dengan kubah emas. Padahal bangunan unik itu adalah Dome of the Rock yang dibangun setelah Al-Aqsha berdiri.

Perbedaan Masjid Al-Aqsha dan Dome of the Rock

Dome of the Rock
Dome of the Rock

Daripada Anda bingung, berikut ini ulasan singkatnya mengenai perbedaan masjid Al-Aqsha dan Dome of the Rock:

  1. Tahun Pembangunan

Baik masjid Al-Aqsha dan Dome of the Rock adalah dua bangunan bersejarah yang sudah ada berabad-abad lamanya dalam budaya Islam. Namun masjid Al-Aqsha berusia jauh lebih tua daripada Dome of the Rock karena merupakan kiblat umat Islam generasi awal hingga akhirnya dipindahkan ke Ka’bah di Masjidil Haram, Mekkah. Sementara Dome of the Rock dibangun pada masa Umayyah antara tahun 691-715 Masehi.

  1. Sejarah Bangunan

Masjid Al-Aqsha adalah bangunan luar biasa penting dalam sejarah Islam. Di tempat ini, nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan religius pada malam Isra’ Mi’raj dan diangkat ke langit tempat Sidratul Muntaha. Yang unik, masjid Al-Aqsha pada awalnya hanyalah rumah ibadah kecil berupa kuil milik kaum Yahudi dan Nasrani. Saat Islam menaklukan Yerusalem, berubahlah menjadi masjid Al-Aqsha.

Dome of the Rock dibangun oleh khalifah Abdul Malik pada masa Dinasti Ummayah yang konon sebagai lambang kesuksesannya. Dome of the Rock sendiri sejatinya adalah bagian dari kompleks Masjidil Aqsa yang disebut Al-Haram Asy Syarif (Tanah Suci Yang Mulia) oleh umat Islam dan Baitul Maqdis (Bait Suci) oleh kaum Yahudi. Di dalam kompleks Masjidil Aqsa ada juga masjid Al Qibli (Jami’ Al Aqsha) yang berkubah biru di bagian selatan.

  1. Bagian Interior

Lantaran merupakan masjid, bagian dalam Al-Aqsha dilapisi marmer putih. Hingga saat ini, Al-Aqsha mampu menampung sekitar 5.000 jemaah di bagian dalam dan sampai 400 ribu jemaah di bagian luar. Sementara itu Dome of the Rock pada bagian dalamnya ada batu (shakhrah) suci umat Yahudi yang disebut sebagai Even ha-Shtiyya di mana seluruh Yahudi di dunia ini berdoa ke arahnya.

  1. Arsitektur

Al-Aqsha adalah bangunan bergaya arsitektur Islam awal dengan fasad menghadap utara dan terbuat dari batu kapur. Bentuk masjid Al-Aqsha adalah persegi dengan kubah utama berwarna hitam. Sementara Dome of the Rock adalah bangunan segi delapan (oktagonal) dengan kubah berwarna emas. Struktur bangunan Dome of the Rock sangatlah khas gaya arsitektur Bizantium pada abad ke-7.

  1. Makna Bangunan

Masjid Al-Aqsha adalah tempat suci ketiga umat Islam setelah masjid Al-Haram di Mekkah dan masjid Nabawi di Madinah. Selama 14-17 bulan lamanya, Al-Aqsha adalah kiblat umat Islam di dunia. Sementara Dome of the Rock merupakan tempat suci. Di bawah kubah emas Dome of the Rock ada batu yang diyakini sebagai pijakan nabi Muhammad SAW saat Isra’ Mi’raj.

Bagi bangsa Yahudi, batu itu dianggap sebagai tempat nabi Ibrahim menyembelih anaknya, Ishak sekaligus hari lahir nabi Daud. Tak heran karena berbagai makna itu, kompleks Masjidil Aqsa selalu jadi lokasi ‘rebutan’ antara Islam, Yahudi hingga Kristen. Namun lepas dari itu, masjid Al-Aqsha dan Dome of the Rock adalah tempat wisata yang luar biasa menarik dan layak untuk Anda kunjungi saat ke Palestina.

Wisata Menarik Palestina yang Harus Dikunjungi

Kalau berbicara soal Palestina, apakah yang paling melekat bagi Anda? Apakah sebuah negara Timur Tengah yang dilanda konflik berkepanjangan dengan Israel? Yap, Palestina saat ini memang tengah mengalami krisis kedaulatan yang tak kunjung usai. Israel seolah tak kunjung henti melakukan klaim sepihak akan banyak daerah milik negara Palestina. Namun lepas dari itu, Palestina sebetulnya menyimpan pesona wisata menarik palestina yang sangat indah.

Wisata Menarik Palestina yang Indah dan Mempesona

Sebagai negara dengan mayoritas umat Islam, Palestina memiliki keunikan yang sangat berbeda. Hal itu bisa dilihat dari sejarah kota tua Yerusalem yang diklaim Israel sebagai ibukota mereka. Yerusalem sendiri sebetulnya adalah kota suci bagi tiga agama wahyu yakni Islam, Kristen dan Yahudi. Namun selain Yerusalem, beberapa wisata menarik palestina yang tersembunyi di kota tersebut ini juga tak kalah indah:

  1. Kota Deir Ghassana

Kota Deir Ghassana
Kota Deir Ghassana

Menjauh dari Yerusalem, di kawasan Tepi Barat ada sebuah kota yang wajib Anda kunjungi saat ke Palestina yakni Deir Ghassana. Berada di bagian utara kota Ramallah, Deir Ghassana saat ini menjelma sebagai salah satu tujuan wisata menarik Palestina yang menjadi favorit. Daya tarik kota Deir Ghassana adalah pada bangunan-bangunan kuno yang masih terbuat dari batu dan sudah dibangun sejak abad ke-18.

Jika diamati, banyak rumah-rumah warga Deir Ghassana yang masih mempertahankan tradisi lawas mereka yakni sumur-sumur tua. Di mana sumur-sumur tua di sudut rumah itu adalah tempat menyimpan air, minyak zaitun sekaligus biji-bijian saat perang dan musim paceklik tiba. Seperti kebanyakan lokasi wisata menarik Palestina lainnya, kota Deir Ghassana juga menyediakan banyak sekali kuliner khas Palestina yang memanjakan lidah Anda.

  1. Kota Tua Akka

Kota Tua Akka

Berada tepat di wilayah perbatasan Israel dan Palestina, kota tua Akka adalah salah satu wisata menarik Palestina yang sangat penting. Daya tarik kota tua ini karena hampir seluruh warga Akka masih memegang teguh budaya leluhur. Anda bisa berkunjung ke Akka sembari menikmati indahnya panorama laut Mediterania. Dulunya kota Akka pernah jadi basis pertahanan pasukan Perang Salib sebelum akhirnya direbut oleh Kaisar Prancis Napoleon Bonaparte.

  1. Pasar Tradisional Hebron

Pasar Tradisional Hebron
Pasar Tradisional Hebron

Ingin membeli pernak-pernik khas Palestina? Maka Anda wajib pergi ke kota tua Hebron dan berkunjung di pasar-pasar tradisionalnya. Ada banyak sekali hasil kerajinan tangan, pakaian dan jajanan pinggiran Palestina yang dijual di pasar tradisional Hebron ini. Salah satu yang begitu terkenal di wisata menarik Palestina ini adalah syal buatan pabrik Keffiyeh, satu-satunya pabrik yang tersisa di kawasan Tepi Barat.

  1. Pemandian Hammam ash-Shifa

Pemandian Hammam ash-Shifa
Pemandian Hammam ash-Shifa

Merupakan negara Timur Tengah yang didominasi udara panas, berendam adalah hal favorit turis di Palestina. Namun jika ingin memanjakan diri dengan air hangat atau air dingin hingga sensasi mandi uap tradisional Palestina, maka wajib datang ke salah satu wisata menarik Palestina di Hammam ash-Shifa.

Berada di kota Nablus, situs pemandian kuno ini sudah ada sejak 1.000 tahun lamanya. Dengan lantunan musik Arab lokal, Anda bisa menikmati teh tradisional, manisan sekaligus sisha khas Timur Tengah di Hammam ash-Shifa.

  1. Pantai Gaza

Pantai Gaza
Pantai Gaza

Jangan salah menilai Palestina sebagai negara konflik yang tak layak dikunjungi. Karena pesona alamnya juga mampu membuat siapapun terperangah. Terutama pantai Gaza yang tepat ada di Jalur Gaza. Pantai ini sudah sejak lama menjadi favorit wisatawan lokal Palestina atau turis-turis mancanegara untuk menikmati kehangatan dan pesona keindahan pantai Timur Tengah.

 

Wisata Palestina Terbaik selain Masjid Al-Aqsha

Kalau bicara mengenai Palestina, jelas tak bisa dilepaskan dari masjid Al-Aqsha. Salah satu dari tiga bangunan suci umat Islam ini memang memiliki daya tarik wisata luar biasa. Sudah berdiri kokoh sejak berabad-abad lamanya, masjid Al-Aqsha saat ini sudah mengalami pemugaran dan juga pelebaran untuk menjadi destinasi wisata unggulan. Namun sejatinya, potensi wisata Palestina tidaklah ada pada kompleks Masjidil Aqsha saja.

Wisata Palestina Legendaris Kuno

Meskipun masih identik dengan konflik kemanusiaan tak kunjung usai dengan Israel, Palestina tetap memiliki daya tarik wisata. Selain masjid Al-Aqsha, berikut ini adalah lokasi wisata palestina indah lainnya yang bisa Anda kunjungi di Palestina:

  1. Dome of the Rock

Dome of the Rock
Dome of the Rock

Di kompleks wisata Palestina Masjidil Aqsha alias Al-Haram Asy Syarif (Tanah Suci Yang Mulia) ada sebuah bangunan suci bernama Dome of the Rock. Berada tepat di tengah-tengah halaman depan masjid Al-Aqsha, Dome of the Rock memiliki kubah berwarna emas dan berbentuk segi delapan (oktagonal). Baik umat Islam dan Yahudi sama-sama menganggap penting Dome of the Rock karena jadi saksi bisu peristiwa bersejarah agama masing-masing.

Tepat di bawah kubah emas memiliki Fakta Dome of the Rock diyakini sebagai pijakan saat nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan menerima perintah salat pada malam Isra’ Mi’raj. Sementara bagi umat Yahudi, batu itu dianggap sebagai tempat nabi Ibrahim menyembelih Ishak, anaknya. Namun ada juga yang menyatakan kalau nabi Daud lahir di batu itu sehingga baik umat Islam atau Yahudi begitu senang berwisata ke Dome of the Rock.

  1. Bukit Zaitun

Bukit Zaitun
Bukit Zaitun

Di bagian timur kota suci Yerusalem ada tempat wisata Palestina di pegunungan dengan tiga puncak terbentang mulai dari utara hingga selatan. Pegunungan ini diberi nama Bukit Zaitun karena di lereng pegunungan ini ada sempat ada lahan kebun zaitun. Puncak tertinggi dari bukit Zaitun adalah At-Tur yang menjulang hingga 818 meter di atas permukaan air laut. Sama seperti kompleks Masjidil Aqsha, bukit Zaitun sangat penting bagi Islam, Yahudi, Kristen.

  1. Tower of David

tower of david
tower of david

Dikenal sebagai Benteng Yerusalem, wisata Palestina Tower of David (Menara Daud) adalah benteng kuno di dekat jalan masuk Gerbang Jaffa di kawasan Tepi Barat dari kota lama Yerusalem. Menara Daud berisi banyak sekali penemuan arkeologi penting dan sudah jadi saksi bisu peradaban zaman Hashmonayim, Herodian, Bizantium dan Islam awal. Sebutan Menara Daud diberikan oleh umat Kristen Bizantium dan meyakini sebagai situs istana Raja Daud.

  1. Istana Hisham

Istana Hisham
Istana Hisham

Tak lengkap rasanya menikmati wisata Palestina tanpa ke Istana Kuno Hisham yang ada di padang pasir Jericho, kawasan Tepi Barat. Saat musim panas tiba, istana Hisham menjadi lokasi wajib para pesepeda sembari menikmati kuliner khas Palestina seperti daging bakar nan lezat. Saat gembar bumi meratakan kawasan Jericho, istana Hisham sempat terkubur pasir selama ribuan tahun sebelum ditemukan oleh arkeolog pada tahun 1934.

  1. Pantai Gaza

Pantai Gaza
Pantai Gaza

Bosan dengan lokasi wisata palestina dengan topik sejarah dan religi? Maka ada baiknya Anda bersantai sambil mencari prediksi hk hari ini dan menikmati keindahan pesona alam Palestina di pantai Gaza. Seperti namanya, pantai Gaza terletak di sekitaran jalur Gaza. Menawarkan panorama pemandangan sangat indah di perbatasan Palestina-Israel, pantai Gaza jadi destinasi favorit wisatawan yang ingin menikmati Palestina dengan cara berbeda.

Melihat lima lokasi wisata yang dijelaskan, Palestina adalah negara yang begitu lengkap. Tak hanya situs-situs budaya agama dan sejarah, keindahan alam Palestina seolah mampu mengajak siapapun untuk kembali berkunjung ke sana.

Kota Tua Palestina Bersejarah yang Wajib Dikunjungi

Kalau bicara mengenai negara dengan nilai kota tua sejarah yang sangat berpengaruh bagi peradaban manusia, maka Palestina adalah jawabannya. Lepas dari konflik kemanusiaan  berkepanjangan dengan Israel, Palestina tetap jadi lokasi wisata populer turis mancanegara. Semua ini tak lepas dari banyaknya situs-situs agama bersejarah di Palestina terutama bagi umat Islam, Kristen dan Yahudi.

5 Kota Tua Palestina Bersejarah dan Indah

Pada dasarnya Palestina memang dibangun dari sejarah. Ada banyak sekali kota-kota yang jadi saksi bisu bagaimana peradaban manusia bisa berkembang sejak dulu hingga saat ini. Berikut ini lima kota tua Palestina yang menyimpan keindahan mempesona dan nilai budaya serta sejarah sangat tinggi:

  1. Yerusalem

Yerusalem
Yerusalem

Sudah jadi rahasia umum kalau Yerusalem adalah kota tua suci tiga agama Wahyu yakni Islam, Kristen dan Yahudi. Di Yerusalem berdiri kokoh masjid Al-Aqsha yang jadi satu dari tiga masjid suci umat muslim selain Masjidil Haram dan masjid Nabawi. Di kompleks Masjidil Aqsha ada Dome of the Rock yang merupakan tempat suci Yahudi. Ddi bawah bangunan berkubah emas itu ada batu Even ha-Shtiyya sebagai pusat doa Yahudi di seluruh dunia.

Sementara itu masih di Yerusalem, ada juga Tower of David (Menara Daud) yang adalah benteng kuno. Bagi umat Kristen Bizantium, Menara Daud diyakini sebagai situs istana Raja Daud dan saat ini menyimpan ribuan temuan arkeologi berbagai zaman sejak Hashmonayim.

  1. Ramallah

Ramallah
Ramallah

Ramallah adalah kota tua yang sangat sejuk di Palestina. Pada abad ke-12, Tentara Salib Prancis membangun beberapa benteng di Ramallah. Sehingga saat ini Anda bisa melihat sisa-sisa menara Tentara Salib yang disebut dengan At-Tira. Peradaban di Ramallah sangat modern karena ada museum, galeri seni, bioskop, restoran hingga kehidupan malam. Ramallah adalah kota kosmopolitan dengan perkembangan sangat pesat di Palestina.

  1. Nablus

Nablus
Nablus

Berjarak sekitar 100 kilometer dari Yerusalem, ada kota tua Nablus. Pesona Nablus pada pemandangan perbukitan indah dengan pepohonan zaitun dan lembah sangat subur. Kehidupan kota Nablus begitu tradisional tapi sangat ramai dengan pusatnya pada souq (pasar). Saat ini Nablus dikenal sebagai pusat komersial industri dan pertanian di kawasan utara Palestina. Anda bisa menemukan banyak masjid dan pemandian indah di Nablus.

  1. Hebron

Hebron
Hebron

Kota tua kuno Hebron memiliki nama Arab Khalil al-Rahman (Sahabat Tuhan) dan terletak di Jebel Ar-Rumeideh (bukit Rumeideh). Dikenal sebagai salah satu kota tertua di dunia yang masih dihuni manusia, ada banyak sekali makam para nabi di Hebron. Beberapa di antaranya adalah nabi Ibrahim, Ishak dan Yakub. Banyak peziarah muslim berkunjung ke kota Hebron yang dihiasi arsitektur luhur bergaya Mamluk.

  1. Deir Ghassana

Deir Ghassana
Deir Ghassana

Di sebelah utara kota tua Ramallah yang merupakan ibukota Palestina, ada kota Deir Ghassana yang wajib Anda kunjungi. Daya tarik Deir Ghassana adalah pada hidangan lokal khas Palestina. Tak hanya itu, berbagai bangunan kuno yang sudah dibangun sejak abad ke-18 adalah daya tarik Deir Ghassana. Selain bangunan yang masih batu, ada juga sumur-sumur tua di setiap rumah warga Deir Ghassana yang masih digunakan untuk menyimpan air.

Sebetulnya selain kelima kota yang sudah diulas, ada lagi satu kota kuno wajib kunjung di Palestina yakni Jenin. Kesejukan dan kesegaran adalah daya tarik kota Jenin yang didominasi perbukitan. Hanya saja sejak tahun 2012, Jenin ditetapkan sebagai zona hitam akibat serangan militer besar-besaran yang dilancarkan Israel.

Kota Suci Tiga Agama di Yerusalem

Salah satu daya tarik wisata yang begitu kuat di negara Palestina adalah Yerusalem. Meskipun berada di negara dengan dominasi umat muslim, Yerusalem adalah kota suci bagi tiga agama wahyu yakni Islam, Kristen serta Yahudi. Karena kota suci umat beragama, tak heran kalau ada banyak lokasi wisata sejarah di Yerusalem.

Yerusalem Kota Suci Tiga Agama

Meskipun saat ini masih dilanda konflik berkepanjangan dengan Israel, Yerusalem tetap jadi destinasi wisata favorit Palestina. Dan hampir di seluruh kota suci tua ini, ada banyak situs agama legendaris. Berikut ini lima tempat ziarah yang jadi favorit umat beragama saat berkunjung ke Yerusalem:

  1. Masjid Al-Aqsha

Masjid Al Aqsa
Masjid Al Aqsa

Tak perlu banyak dijelaskan, masjid Al-Aqsha yang ada di kompleks Al-Haram Asy Syarif (Tanah Suci Yang Mulia) adalah satu dari tiga masjid tersuci milik umat Islam. Selama 14-17 bulan lamanya, Al-Aqsha jadi pusat kiblat muslim di seluruh dunia sebelum akhirnya dipindah permanen ke Ka’bah di Mekkah. Bahkan Al-Aqsha juga adalah lokasi nabi Muhammad SAW diangkat ke langit pada malam Isra’ Mi’raj saat perintah salat diturunkan.

  1. Dome of The Rock

Dome of The Rock
Dome of The Rock

Masih berada di kompleks Al-Haram Asy Syarif, Dome of the Rock adalah sebuah bangunan suci berkubah emas yang ada tepat di tengah-tengah halaman masjid Al-Aqsha. Disebut sebagai Kubah Shakhrah, bangunan ini jadi tempat favorit ziarah umat Islam, Yahudi dan Kristen. Ada batu di bawah kubah emas yang disucikan umat Yahudi dan dianggap sebagai Even ha-Shtiyya atau pusat ibadah Yahudi di seluruh dunia.

  1. Tembok Ratapan

Tembok Ratapan
President Trump di Tempok Ratapan

Di kota suci Yerusalem terbentang sebuah tembok di bagian barat yang disebut sebagai Wailing Wall alias Tembok Ratapan. Dinding ini menjulang dari tanah setinggi 18,9 meter dan diyakini umat Yahudi sebagai sisa-sisa dinding kuil kuno agama mereka. Umat Yahudi menganggap Tembok Ratapan sangat sakral sehingga setiap berkunjung dan melakukan ziarah, mereka menuliskan doa-doa dan harapan di sepanjang Tembok Ratapan.

  1. Museum Holocaust

Museum Holocaust
Museum Holocaust

Jutaan umat Yahudi mengalami pembantaian besar-besaran yang dikenal sebagai tragedi Holocaust. Untuk memperingati tragedi memilukan itu, Israel membangun Yad Vashem atau museum Holocaust pada tahun 1953 di Yerusalem. Bentuk bangunan ini adalah segitiga seperti prisma yang melambangkan bagian bawah Bintang Daud karena tragedi Holocaust telah memusnahkan setengah populasi Yahudi di Bumi.

  1. Bukit Zaitun

Bukit Zaitun
Bukit Zaitun

Tak terlalu jauh dari kompleks Masjidil Aqsa, ada kawasan Bukit Zaitun yang sangat penting bagi umat Kristen. Di kaki bukit Zaitun terdapat Gereja Segala Bangsa yang dibangun arsitek Italia, Antonio Barluzzi pada 1919-1924. Gereja ini dibangun di atas gereja kuno Bizantium yang sudah berdiri pada abad ke-4 Masehi dan dihancurkan bangsa Persia di tahun 614 sebelum akhirnya dibangun lagi oleh serdadu Perang Salib.

Di dalam Gereja Segala Bangsa ada batu yang diyakini umat Kristen sebagai tempat Yesus berdoa pada malam sebelum dirinya disalib. Tempat tersebut adalah tempat pengkhianatan dari murid Yesus yang bernama Yudas Iskariot. Selain Gereja Segala Bangsa, di bukit Zaitun juga ada Kapel Kenaikan yang diyakini sebagai tempat Yesus naik ke surga, 40 hari setelah kebangkitan-Nya. Ada batu di Kapel Kenaikan yang dipercaya umat Kristen sebagai telapak tangan kaki Yesus sebelum menuju Surga.

Dengan kelima tempat wisata ziarah, Yerusalem membuktikan dirinya sebagai kota suci tiga agama besar. Hampir setiap harinya umat-umat berbeda agama saling berkunjung ke Palestina dengan tujuan berbeda tapi tetap mengutamakan kedamaian. Tidak akan ada turis yang berani bermain judi di Yerusalem, hal tersebut akan membuat turis tersebut merasa berdosa. Tentunya tidak akan ada umat yang berani melecehkan kota suci tersebut yang akan mengakibatkan dosa seumur hidup dari ketiga agama tersebut.

Mengenal 5 Wisata Ziarah Umat Kristen di Palestina

Palestina adalah negeri yang didominasi oleh umat Islam. Meskipun populasi muslim begitu banyak, Palestina tidaklah menjadi dominasi orang-orang Islam saja. Kendati ada masjid Al-Aqsha yang dianggap sebagai satu dari tiga masjid terpenting umat Islam, Palestina juga jadi kota suci umat Kristen. Bahkan sebelum Islam berkembang dan mendominasi Palestina, Kristen serta Yahudi pernah ada di sana.

Yerusalem Jadi Kota Suci Kristen

Salah satu kota di Palestina yang dianggap begitu penting bagi Kristen adalah Yerusalem. Kota tua ini menyimpan banyak sekali lokasi wisata ziarah utama umat Kristen seperti berikut ini:

  1. Gereja Makam Kudus

Mengenal 5 Wisata Ziarah Umat Kristen di Palestina
Gereja Makam Kudus

Selain dikenal akan kompleks Masjidil Aqsha yang begitu penting bagi umat Islam, pada salah satu sudut kota tua Yerusalem terdapat Gereja Makam Kudus (Church of the Holy Sepulchre). Di dalam area Gereja Makam Kudus ini ada situs tersuci Kristiani yakni Golgota yang diyakini sebagai tempat Yesus disalibkan. Sejak abad ke-4, banyak umat Kristen berziarah ke Gereja Makam Kudus dan jadi salah satu wisata utama saat ke Palestina.

  1. Gereja Segala Bangsa

Mengenal 5 Wisata Ziarah Umat Kristen di Palestina
Gereja Segala Bangsa

Tak jauh dari kompleks Masjidil Aqsha dan masih ada di kota Yerusalem, terdapat bukit Zaitun yang begitu penting bagi umat Kristen. di kaki bukit Zaitun ada Gereja Segala Bangsa yang dibangun arsitek Italia bernama Antonio Barluzzi pada 1919-1924. Gereja Segala Bangsa (The Church All Nations) sebetulnya dibangun di atas pondasi gereja kuno Bizantium pada abad ke-4 yang sempat dihancurkan bangsa Persia pada 614.

Setelah dibangun kembali oleh pasukan Perang Salib, gereja kuno itu sempat kembali dihancurkan sebelum akhirnya dibangun atas biaya 12 negara di dunia. Tak heran kalau akhirnya bangunan ini diberinama Gereja Segala Bangsa. Namun gereja ini juga disebut Gereja Penderitaan (Agony) karena di dalamnya terdapat batu, tempat di mana Yesus berdoa di taman Getsemani pada malam sebelum dirinya disalib dan dikhianati Yudas.

  1. Jalan Salib

Mengenal 5 Wisata Ziarah Umat Kristen di Palestina
Jalan Salib

Pada jalanan kota tua Yerusalem terdapat sebuah Jalan Kesengsaraan atau Jalan Penderitaan yang dalam bahasa Latin bermakna Via Dolorosa. Via Dolorosa adalah jalan yang dilalui Yesus sambil memanggul salib ke Kalvari. Ada 14 stasi di Jalan Salib ini dengan lima stasi terakhir di dalam Gereja Makam Kudus. Para peziarah Kristen  bergantian memanggul salib sebelum memasuki Makam Kudus untuk mengenang sikap kasih Yesus.

  1. Kapel Kenaikan

Mengenal 5 Wisata Ziarah Umat Kristen di Palestina
Kapel Kenaikan

Di bukit Zaitun juga ada destinasi wisata sejarah penting Kristen lainnya yakni Kapel Kenaikan (Chapel of Ascention). Umat Kristen meyakini kalau kapel ini adalah tempat di mana Yesus naik ke surga, 40 hari setelah dibangkitkan. Bahkan di dalam Kapel Kenaikan ada batu yang dipercaya memuat telapak kaki Yesus sebelum naik ke surga. Sudah beberapa kali Kapel Kenaikan mengalami renovasi.

  1. Garden Tomb

Mengenal 5 Wisata Ziarah Umat Kristen di Palestina
Garden Tomb

Sementara itu situs suci Kristiani lainnya yang tak bisa dilewatkan saat berkunjung ke Palestina adalah Garden Tomb. Sudah sejak lama orang-orang meyakini kalau Garden Tomb ialah makam dari Yesus. Sekedar informasi, makam ini ditemukan pada tahun 1861 dan kini sudah dibangun dua buah ruang ganda. Banyak umat Kristen yang berwisata ke Garden Tomb menyempatkan diri untuk berdoa.

Dengan berbagai kisah yang sangat identik dengan perkembangan agama Kristen, tak ayal kalau Palestina adalah negara wajib kunjung. Sama seperti bagaimana umat Islam menganggap kunjungan ke Mekkah sebagai misi suci, menjejakkan kaki di Yerusalem adalah keinginan banyak umat Kristen di Bumi.

5 Jajanan Pinggiran Palestina yang Enak dan Wajib Dicoba

Jajanan pinggiran alias streetfood memang memiliki daya tarik tersendiri di kalangan wisatawan. Sekalipun sebetulnya sudah banyak restoran yang menyediakan kuliner khas sebuah daerah, jajanan pinggiran tetap diburu. Hal itulah yang juga terjadi saat Anda berkunjung ke Palestina. Bahkan di negara muslim ini ada dua kuliner khas yang bisa dengan mudah ditemukan di seluruh pelosok Palestina yakni hummus dan falafel.

Namun selain hummus dan falafel, ada banyak sekali jajaran pinggiran khas Palestina yang menggoda. Meskipun begitu kental dengan konsep hidangan Timur Tengah, pada dasarnya camilan jalanan Palestina ini memiliki ciri khas yang berbeda daripada lainnya. Sehingga Anda yang berkesempatan wisata ke Palestina, jangan pernah lewatkan kesempatan untuk mencoba seluruh streetfood-nya yang begitu istimewa.

Streetfood Palestina yang Unik dan Lezat

Lepas dari konflik kedaulatan berkepanjangan yang dialami dengan Israel, Palestina sebetulnya menyimpan potensi wisata indah. Ada banyak situs-situs sejarah agama yang layak dikunjungi dan kuliner Palestina menggoda. Supaya Anda tidak bingung, berikut ini lima streetfood Palestina yang sangat lezat dan wajib dicoba saat ke sana:

  1. Kubbeh

5 Jajanan Pinggiran Palestina yang Enak dan Wajib Dicoba
Kubbeh

Kubbeh menyerupai falafel tapi memang kurang populer. Berbentuk bola, kubbeh dibuat dari campuran daging sapi atau domba, gandum bulgar, bawang dan rempah-rempah khas Timur Tengah yang kemudian digoreng. Kubbeh adalah jajanan favorit sampai ke Suriah dan Lebanon yang di Palestina mendapat sentuhan berbeda. Jika Anda berkunjung ke kota Nablus, bentuk kubbeh jauh lebih besar dengan lapisan luar gandum bulgar yang keras.

  1. Manqousheh

5 Jajanan Pinggiran Palestina yang Enak dan Wajib Dicoba
Manqousheh

Manqousheh adalah sarapan favorit bangsa Timur Tengah dan sering dijuluki sebagai pizza-nya Palestina. Tampilan manqousheh adalah roti pipih yang bagian atasnya diberi taburan keju asin, minyak zaitun serta za’atar (thyme). Banyak pedagang jajanan pinggiran di Palestina yang menjual manqousheh lengkap dengan pemanggang dari bata tradisional. Menikmati manqousheh paling nikmat dalam bentuk gulungan sambil berjalan-jalan.

  1. Ka’ak

5 Jajanan Pinggiran Palestina yang Enak dan Wajib Dicoba
Ka’ak

Saat Anda menyelusuri kawasan timur Yerusalem di pagi hari, akan melihat banyak sekali tumpukan roti-roti berbentuk cincin besar persegi panjang di sepanjang jalan. Yap, ka’ak adalah kudapan favorit warga Palestina saat sarapan untuk dicelupkan ke dalam zeit w za’atar yang merupakan campuran minyak zaitun dan thyme kering. Banyak masyarakat Yerusalem dan Tepi Barat percaya kalau memakan ka’ak di pagi hari bisa mendapatkan keberuntungan. Tapi Anda jangan pernah memakan ka’ak sambil bermain judi di Palestina, karena bagi masyarakat disana permainan tersebut adalah permainan yang haram.

  1. Qatayef

5 Jajanan Pinggiran Palestina yang Enak dan Wajib Dicoba
Qatayef

Seperti di Indonesia yang akan ada banyak sekali penjualan jajanan kaki lima musiman saat Ramadan, hal serupa juga terjadi di Palestina. Setidaknya waktu Ramadan tiba, Anda akan mudah menemukan penjual qatayef atau ‘atayef. Streetfood ini sebetulnya adalah pancake mini yang berisi keju, campuran kacang, gula dan rempah-rempah. Qatayef dimasak dengan cara digoreng lalu disiram sirup manis sehingga cocok untuk berbuka puasa.

  1. Kunafeh

5 Jajanan Pinggiran Palestina yang Enak dan Wajib Dicoba
Kunafeh

Tak perlu banyak penjelasan, kunafeh adalah hidangan pencuci mulut paling populer di Palestina. Disinyalir berasal dari kota Nablus, kunafeh adalah kue keju yang direndam dengan sirup berbahan bihun alias semolina. Merupakan kudapan tradisional, sirup kunafeh terbuat dari bihun parut serta keju putih yang dicampur dengan sirup gula kental serta air mawar. Supaya sempurna, bagian atas kunafeh ditaburi pistachio (kacang pinus).

Bagaimana? Ternyata Palestina itu memiliki banyak streetfood menggoda lidah kan? Jadi jangan ragu dulu berwisata ke Palestina karena ada banyak hal luar biasa tak terlupakan yang akan Anda alami di sana.

5 Fakta Menarik Dome of the Rock di Palestina

Salah satu negara yang lebih sering didengar karena berbagai konflik kemanusiaan daripada keindahan wisatanya adalah Palestina. Padahal negara yang dipimpin Mahmoud Abbas ini sangatlah menawan.

Meskipun hingga saat ini kedaulatan wilayah Palestina masih jadi konflik berkepanjangan dengan Israel, tak ada salahnya jika Anda menyempatkan waktu berkunjung ke sana. Sudah sejak lama Palestina dianggap sebagai salah satu negara terpenting bagi umat Islam di seluruh dunia. Karena di sanalah berdiri masjid Al-Aqsha, salah satu masjid utama dalam sejarah Islam karena di tempat itu Nabi Muhammad SAW diangkat ke Sidratul Muntaha.

Berada di daerah Yerusalem bagian timur, masjid Al-Aqsha ternyata tak sendiri dalam menyimpan pesona. Tepat di tengah-tengah halaman depan Al-Aqsha ada sebuah bangunan kubah berwarna emas yang berdiri di atas batuan besar. Bangunan ini kemudian disebut sebagai masjid Qubbah As-Shakhrah alias Dome of the Rock (Kubah Batu).

Fakta-Fakta Mengejutkan Dome of the Rock

Dome of the Rock dibangun oleh Al-Walid bin Abdul Malik pada tahun 68 Hijriah. Bangunan inipun berdiri kokoh sejak 72 Hijriah hingga saat ini sudah 1440 Hijriah yang berarti sudah lebih dari 13 abad. Berikut ini adalah fakta-fakta mengejutkan Dome of the Rock yang wajib Anda ketahui:

  1. Dome of the Rock Bukan Masjid

    Awalnya Dome of the Rock bukanlah sebuah masjid karena Kubah Batu ini adalah sebuah bangunan peringatan atas peristiwa bersejarah agama Islam, Isra’ Mi’raj. Umat Islam percaya bahwa lokasi Dome of the Rock menjadi saksi bisu saat Muhammad naik ke langit pada malam Isra’ Mi’raj itu.

  2. Nama Lain Dome of the Rock

    Beberapa orang juga menyebut kalau Dome of the Rock adalah masjid Omar. Hal ini tak lepas karena salah satu khilafah terbesar umat Islam sekaligus sahabat baik Muhammad yakni Umar bin Khattab pernah menjalankan salat di sana. Saat itu pada tahun 636 Masehi, Umar menerima kunci kota Yerusalem dan menjalankan salat di Dome of the Rock yang disebutnya sebagai masjid Al-Shakhrah.

  3. Bangunan Tertua Agama Islam

    Karena mampu bertahan kokoh dari berbagai konflik kemanusiaan selama 13 abad lamanya, tak heran kalau Dome of the Rock menjadi struktur bangunan tertua agama Islam yang begitu unik. Keunikannya terlihat dari desain arsitektur bangunan berbentuk oktagon alias segi delapan. Di bawah kubahnya ada gua besar yang bisa dimasuki dari bagian selatan.

  4. Peristiwa Dome of the Rock

    Dalam kalender Masehi, Dome of the Rock dibangun sebelum lahirnya permainan situs poker qq di bumi, yaitu pada tahun 687-691 pada masa Khalifah Ummaiyyah. Tak heran kalau sudah banyak peristiwa penting di Bumi ini dialami oleh Dome of the Rock seperti zaman Islam, zaman Perang Salib, zaman Mandat Britania dan zaman pendudukan Israel.

  5. Sebagai Inspirasi Arsitektur

    Meskipun merupakan bangunan yang erat kaitannya dengan kebudayaan dan sejarah Islam, Dome of the Rock rupanya memberikan inspirasi arsitektur pada bangunan-bangunan umat Kristen. Salah satunya ialah gereja oktagon St Giacomo di Italia. Tak hanya itu, makam Sultan Sulaiman di Istanbul, Turki dan rumah ibadah di Budapest juga mengadaptasi gaya oktagon Dome of the Rock.

Dome of the Rock Icon Palestina

Dengan nilai sejarah Islam yang sangat tinggi, tak heran kalau turis muslim yang berkunjung ke Palestina akan menjejakkan kaki di Dome of the Rock. Bisa diakses dengan jalan kaki dari masjid Al-Aqsa, Anda akan menyadari bahwa kebudayaan Islam di masa lampau sudahlah cukup maju. Hal ini pula yang membuat pemerintah Palestina menjaga betul kondisi Dome of the Rock termasuk pemugaran akibat gempa 11 Juli 1927.