Masjid Al-Aqsha

Masjid Al-Aqsha dan Dome of the Rock Berbeda

Palestine Info – Dalam perkembangannya, banyak yang keliru menyadari kalau Dome of the Rock adalah masjid Al-Aqsha yang begitu termashyur itu. Bahkan saat Anda mencari informasi di Google saat mengetik kata kunci Al-Aqsha, akan diperlihatkan gambar-gambar masjid berbentuk oktagon dengan kubah emas. Padahal bangunan unik itu adalah Dome of the Rock yang dibangun setelah Al-Aqsha berdiri.

Perbedaan Masjid Al-Aqsha dan Dome of the Rock

Dome of the Rock
Dome of the Rock

Daripada Anda bingung, berikut ini ulasan singkatnya mengenai perbedaan masjid Al-Aqsha dan Dome of the Rock:

  1. Tahun Pembangunan

Baik masjid Al-Aqsha dan Dome of the Rock adalah dua bangunan bersejarah yang sudah ada berabad-abad lamanya dalam budaya Islam. Namun masjid Al-Aqsha berusia jauh lebih tua daripada Dome of the Rock karena merupakan kiblat umat Islam generasi awal hingga akhirnya dipindahkan ke Ka’bah di Masjidil Haram, Mekkah. Sementara Dome of the Rock dibangun pada masa Umayyah antara tahun 691-715 Masehi.

  1. Sejarah Bangunan

Masjid Al-Aqsha adalah bangunan luar biasa penting dalam sejarah Islam. Di tempat ini, nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan religius pada malam Isra’ Mi’raj dan diangkat ke langit tempat Sidratul Muntaha. Yang unik, masjid Al-Aqsha pada awalnya hanyalah rumah ibadah kecil berupa kuil milik kaum Yahudi dan Nasrani. Saat Islam menaklukan Yerusalem, berubahlah menjadi masjid Al-Aqsha.

Dome of the Rock dibangun oleh khalifah Abdul Malik pada masa Dinasti Ummayah yang konon sebagai lambang kesuksesannya. Dome of the Rock sendiri sejatinya adalah bagian dari kompleks Masjidil Aqsa yang disebut Al-Haram Asy Syarif (Tanah Suci Yang Mulia) oleh umat Islam dan Baitul Maqdis (Bait Suci) oleh kaum Yahudi. Di dalam kompleks Masjidil Aqsa ada juga masjid Al Qibli (Jami’ Al Aqsha) yang berkubah biru di bagian selatan.

  1. Bagian Interior

Lantaran merupakan masjid, bagian dalam Al-Aqsha dilapisi marmer putih. Hingga saat ini, Al-Aqsha mampu menampung sekitar 5.000 jemaah di bagian dalam dan sampai 400 ribu jemaah di bagian luar. Sementara itu Dome of the Rock pada bagian dalamnya ada batu (shakhrah) suci umat Yahudi yang disebut sebagai Even ha-Shtiyya di mana seluruh Yahudi di dunia ini berdoa ke arahnya.

  1. Arsitektur

Al-Aqsha adalah bangunan bergaya arsitektur Islam awal dengan fasad menghadap utara dan terbuat dari batu kapur. Bentuk masjid Al-Aqsha adalah persegi dengan kubah utama berwarna hitam. Sementara Dome of the Rock adalah bangunan segi delapan (oktagonal) dengan kubah berwarna emas. Struktur bangunan Dome of the Rock sangatlah khas gaya arsitektur Bizantium pada abad ke-7.

  1. Makna Bangunan

Masjid Al-Aqsha adalah tempat suci ketiga umat Islam setelah masjid Al-Haram di Mekkah dan masjid Nabawi di Madinah. Selama 14-17 bulan lamanya, Al-Aqsha adalah kiblat umat Islam di dunia. Sementara Dome of the Rock merupakan tempat suci. Di bawah kubah emas Dome of the Rock ada batu yang diyakini sebagai pijakan nabi Muhammad SAW saat Isra’ Mi’raj.

Bagi bangsa Yahudi, batu itu dianggap sebagai tempat nabi Ibrahim menyembelih anaknya, Ishak sekaligus hari lahir nabi Daud. Tak heran karena berbagai makna itu, kompleks Masjidil Aqsa selalu jadi lokasi ‘rebutan’ antara Islam, Yahudi hingga Kristen. Namun lepas dari itu, masjid Al-Aqsha dan Dome of the Rock adalah tempat wisata yang luar biasa menarik dan layak untuk Anda kunjungi saat ke Palestina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *