Kota Suci Tiga Agama di Yerusalem

Palestine Info – Salah satu daya tarik wisata yang begitu kuat di negara Palestina adalah Yerusalem. Meskipun berada di negara dengan dominasi umat muslim, Yerusalem adalah kota suci bagi tiga agama wahyu yakni Islam, Kristen serta Yahudi. Karena kota suci umat beragama, tak heran kalau ada banyak lokasi wisata sejarah di Yerusalem.

Yerusalem Kota Suci Tiga Agama

Meskipun saat ini masih dilanda konflik berkepanjangan dengan Israel, Yerusalem tetap jadi destinasi wisata favorit Palestina. Dan hampir di seluruh kota suci tua ini, ada banyak situs agama legendaris. Berikut ini lima tempat ziarah yang jadi favorit umat beragama saat berkunjung ke Yerusalem:

  1. Masjid Al-Aqsha

Masjid Al Aqsa
Masjid Al Aqsa

Tak perlu banyak dijelaskan, masjid Al-Aqsha yang ada di kompleks Al-Haram Asy Syarif (Tanah Suci Yang Mulia) adalah satu dari tiga masjid tersuci milik umat Islam. Selama 14-17 bulan lamanya, Al-Aqsha jadi pusat kiblat muslim di seluruh dunia sebelum akhirnya dipindah permanen ke Ka’bah di Mekkah. Bahkan Al-Aqsha juga adalah lokasi nabi Muhammad SAW diangkat ke langit pada malam Isra’ Mi’raj saat perintah salat diturunkan.

  1. Dome of The Rock

Dome of The Rock
Dome of The Rock

Masih berada di kompleks Al-Haram Asy Syarif, Dome of the Rock adalah sebuah bangunan suci berkubah emas yang ada tepat di tengah-tengah halaman masjid Al-Aqsha. Disebut sebagai Kubah Shakhrah, bangunan ini jadi tempat favorit ziarah umat Islam, Yahudi dan Kristen. Ada batu di bawah kubah emas yang disucikan umat Yahudi dan dianggap sebagai Even ha-Shtiyya atau pusat ibadah Yahudi di seluruh dunia.

  1. Tembok Ratapan

Tembok Ratapan
President Trump di Tempok Ratapan

Di kota suci Yerusalem terbentang sebuah tembok di bagian barat yang disebut sebagai Wailing Wall alias Tembok Ratapan. Dinding ini menjulang dari tanah setinggi 18,9 meter dan diyakini umat Yahudi sebagai sisa-sisa dinding kuil kuno agama mereka. Umat Yahudi menganggap Tembok Ratapan sangat sakral sehingga setiap berkunjung dan melakukan ziarah, mereka menuliskan doa-doa dan harapan di sepanjang Tembok Ratapan.

  1. Museum Holocaust

Museum Holocaust
Museum Holocaust

Jutaan umat Yahudi mengalami pembantaian besar-besaran yang dikenal sebagai tragedi Holocaust. Untuk memperingati tragedi memilukan itu, Israel membangun Yad Vashem atau museum Holocaust pada tahun 1953 di Yerusalem. Bentuk bangunan ini adalah segitiga seperti prisma yang melambangkan bagian bawah Bintang Daud karena tragedi Holocaust telah memusnahkan setengah populasi Yahudi di Bumi.

  1. Bukit Zaitun

Bukit Zaitun
Bukit Zaitun

Tak terlalu jauh dari kompleks Masjidil Aqsa, ada kawasan Bukit Zaitun yang sangat penting bagi umat Kristen. Di kaki bukit Zaitun terdapat Gereja Segala Bangsa yang dibangun arsitek Italia, Antonio Barluzzi pada 1919-1924. Gereja ini dibangun di atas gereja kuno Bizantium yang sudah berdiri pada abad ke-4 Masehi dan dihancurkan bangsa Persia di tahun 614 sebelum akhirnya dibangun lagi oleh serdadu Perang Salib.

Di dalam Gereja Segala Bangsa ada batu yang diyakini umat Kristen sebagai tempat Yesus berdoa pada malam sebelum dirinya disalib. Tempat tersebut adalah tempat pengkhianatan dari murid Yesus yang bernama Yudas Iskariot. Selain Gereja Segala Bangsa, di bukit Zaitun juga ada Kapel Kenaikan yang diyakini sebagai tempat Yesus naik ke surga, 40 hari setelah kebangkitan-Nya. Ada batu di Kapel Kenaikan yang dipercaya umat Kristen sebagai telapak tangan kaki Yesus sebelum menuju Surga.

Dengan kelima tempat wisata ziarah, Yerusalem membuktikan dirinya sebagai kota suci tiga agama besar. Hampir setiap harinya umat-umat berbeda agama saling berkunjung ke Palestina dengan tujuan berbeda tapi tetap mengutamakan kedamaian. Tidak akan ada turis yang berani bermain judi poker online di Yerusalem, hal tersebut akan membuat turis tersebut merasa berdosa. Tentunya tidak akan ada umat yang berani melecehkan kota suci tersebut yang akan mengakibatkan dosa seumur hidup dari ketiga agama tersebut.

5 Fakta Menarik Dome of the Rock di Palestina

Palestine Info – Salah satu negara yang lebih sering didengar karena berbagai konflik kemanusiaan daripada keindahan wisatanya adalah Palestina. Padahal negara yang dipimpin Mahmoud Abbas ini sangatlah menawan.

Meskipun hingga saat ini kedaulatan wilayah Palestina masih jadi konflik berkepanjangan dengan Israel, tak ada salahnya jika Anda menyempatkan waktu berkunjung ke sana. Sudah sejak lama Palestina dianggap sebagai salah satu negara terpenting bagi umat Islam di seluruh dunia. Karena di sanalah berdiri masjid Al-Aqsha, salah satu masjid utama dalam sejarah Islam karena di tempat itu Nabi Muhammad SAW diangkat ke Sidratul Muntaha.

Berada di daerah Yerusalem bagian timur, masjid Al-Aqsha ternyata tak sendiri dalam menyimpan pesona. Tepat di tengah-tengah halaman depan Al-Aqsha ada sebuah bangunan kubah berwarna emas yang berdiri di atas batuan besar. Bangunan ini kemudian disebut sebagai masjid Qubbah As-Shakhrah alias Dome of the Rock (Kubah Batu).

Fakta-Fakta Mengejutkan Dome of the Rock

Dome of the Rock dibangun oleh Al-Walid bin Abdul Malik pada tahun 68 Hijriah. Bangunan inipun berdiri kokoh sejak 72 Hijriah hingga saat ini sudah 1440 Hijriah yang berarti sudah lebih dari 13 abad. Berikut ini adalah fakta-fakta mengejutkan Dome of the Rock yang wajib Anda ketahui:

  1. Dome of the Rock Bukan Masjid

    Awalnya Dome of the Rock bukanlah sebuah masjid karena Kubah Batu ini adalah sebuah bangunan peringatan atas peristiwa bersejarah agama Islam, Isra’ Mi’raj. Umat Islam percaya bahwa lokasi Dome of the Rock menjadi saksi bisu saat Muhammad naik ke langit pada malam Isra’ Mi’raj itu.

  2. Nama Lain Dome of the Rock

    Beberapa orang juga menyebut kalau Dome of the Rock adalah masjid Omar. Hal ini tak lepas karena salah satu khilafah terbesar umat Islam sekaligus sahabat baik Muhammad yakni Umar bin Khattab pernah menjalankan salat di sana. Saat itu pada tahun 636 Masehi, Umar menerima kunci kota Yerusalem dan menjalankan salat di Dome of the Rock yang disebutnya sebagai masjid Al-Shakhrah.

  3. Bangunan Tertua Agama Islam

    Karena mampu bertahan kokoh dari berbagai konflik kemanusiaan selama 13 abad lamanya, tak heran kalau Dome of the Rock menjadi struktur bangunan tertua agama Islam yang begitu unik. Keunikannya terlihat dari desain arsitektur bangunan berbentuk oktagon alias segi delapan. Di bawah kubahnya ada gua besar yang bisa dimasuki dari bagian selatan.

  4. Peristiwa Dome of the Rock

    Dalam kalender Masehi, Dome of the Rock dibangun sebelum lahirnya permainan judi capsa di bumi, yaitu pada tahun 687-691 pada masa Khalifah Ummaiyyah. Tak heran kalau sudah banyak peristiwa penting di Bumi ini dialami oleh Dome of the Rock seperti zaman Islam, zaman Perang Salib, zaman Mandat Britania dan zaman pendudukan Israel.

  5. Sebagai Inspirasi Arsitektur

    Meskipun merupakan bangunan yang erat kaitannya dengan kebudayaan dan sejarah Islam, Dome of the Rock rupanya memberikan inspirasi arsitektur pada bangunan-bangunan umat Kristen. Salah satunya ialah gereja oktagon St Giacomo di Italia. Tak hanya itu, makam Sultan Sulaiman di Istanbul, Turki dan rumah ibadah di Budapest juga mengadaptasi gaya oktagon Dome of the Rock.

Dome of the Rock Icon Palestina

Dengan nilai sejarah Islam yang sangat tinggi, tak heran kalau turis muslim yang berkunjung ke Palestina akan menjejakkan kaki di Dome of the Rock. Bisa diakses dengan jalan kaki dari masjid Al-Aqsa, Anda akan menyadari bahwa kebudayaan Islam di masa lampau sudahlah cukup maju. Hal ini pula yang membuat pemerintah Palestina menjaga betul kondisi Dome of the Rock termasuk pemugaran akibat gempa 11 Juli 1927.